Aku Bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah

Mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Siapakah muslimah yang tidak mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tentulah semua muslimah mengenalnya. Bagaimana mungkin seorang muslimah tidak mengenalnya. Karena tidaklah seorang muslimah akan masuk surga dan selamat dari neraka kecuali dengan menempuh jalannya dan mengikuti petunjuknya. Tidaklah seorang muslimah mengenal Allah dan agama Islam kecuali dengan risalah yang dibawanya. Maka wajib bagi setiap muslimah untuk mengenal nasab (silsilah keturunan-ed) beliau, usia beliau, masa hidup beliau, wafat beliau, apa yang beliau sampaikan, negeri dan tempat hijrah beliau. Dan yang terpenting adalah mengetahui untuk apa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus.

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Hasyim. Hasyim berasal dari suku Quraisy. Suku Quraisy berasal dari bangsa Arab. Dan bangsa Arab adalah keturunan Nabi Isma’il bin Ibrahim, kekasih Allah Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada hari Senin tanggal 9 Rabi’ul Awal (bukan 12 Rabi’ul Awal sebagaimana yang masyhur di masyarakat -ed) pada tahun gajah. Beliau wafat pada usia 63 tahun, 40 tahun sebelum diutus menjadi nabi dan 23 tahun berikutnya beliau mengemban amanah sebagai nabi dan rasul.

Beliau mulai diangkat sebagai nabi dengan diwahyukannya surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Dan mulai diutus sebagai rasul dengan diwahyukannya surat Al-Muddatstsir ayat 1-7. Beliau diutus untuk memperingatkan manusia dari syirik dan menyeru kepada tauhid. Dalilnya adalah firman Allah, yang artinya,

“Hai orang yang berselimut. Bangun dan berilah peringatan. Dan Rabbmu agungkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah.” (QS. Al Muddatstsir: 1-7)

Mulanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru kepada tauhid selama 10 tahun. Setelah peristiwa Isra’ Mi’raj barulah disyariatkan shalat lima waktu. Setelah 3 tahun beliau menegakkan shalat di Makkah, turunlah perintah untuk hijrah ke Madinah. Hijrah hukumnya wajib atas umat Islam, yaitu hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam dan hijrah dari lingkungan maksiat ke lingkungan yang taat. Dan hijrah tetap berlaku sampai datangnya hari kiamat.

Setelah Rasululah menetap di Madinah, turunlah syari’at-syari’at yang lain seperti zakat, puasa, haji, adzan, amar ma’ruf nahi munkar dan sebagainya. Ini berlangsung selama 10 tahun hingga wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah mengutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh alam. Wajib atas seluruh jin dan manusia untuk menaati beliau. Allah menyempurnakan agama ini dengan risalah beliau.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridahi Islam sebagai agamaMu.” (QS. Al Maidah : 3).

Dan inilah risalah yang beliau bawa. Tidak ada satu pun kebaikan kecuali Islam telah menunjukkannya pada umat dan tidak ada satu pun kejelekan kecuali Islam telah memperingatkan umat ini darinya. Kebaikan itu adalah tauhid dan ketaatan pada Allah, sedangan keburukan itu adalah syirik dan segala bentuk maksiat pada Allah.

Pengertian syahadat Muhammadurrasulullah

Saudariku, semoga Allah merahmatimu, tentunya setiap muslimah tahu kalimat ”Asyhadu anna muhammadar rasuulullaah” (aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Inilah salah satu syahadat yang selalu kita ulang-ulang ketika tasyahud dan selesai wudhu, setelah Asyhadu allaa ilaaha illallaahu (Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah secara benar selain Allah). Lalu apakah pengertian syahadat Muhammadurrasulullah?

Perlu engkau ketahui saudariku, bahwa syahadat Muhammadurrasulullah memiliki dua makna. Yang pertama, ialah mengakui dengan lisan dan mengimani dalam hati bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah untuk seluruh makhluk dari golongan jin dan manusia. Allah berfirman yang artinya,

“Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz dzariyat: 56).

Yang kedua, adalah  tidak ada  cara ibadah yang benar kecuali berdasarkan wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya,

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur’an) kepada hambaNya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan: 1 )

Syahadat ini memiliki konsekuensi membenarkan segala yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, melaksanakan segala perintahnya, menjauhi segala larangannya dan tidak menyembah Allah kecuali dengan petunjuknya. Sungguh beliau adalah seorang utusan yang tidak boleh didustakan.

Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki sifat rububiyah yaitu mempunyai hak mengatur di alam semesta atau berhak disembah. Beliau tetaplah seorang hamba yang tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya bagi dirinya atau orang lain, kecuali atas izin Allah dan kehendakNya. Allah berfirman yang artinya,

“Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. Al-An’am: 50)

Hanya Allah yang memiliki kuasa atas alam semesta dan tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah berfirman yang artinya,

Katakanlah: ’sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kapada Allah.” (QS. Al-Ana’am: 162-163). Wallahu Ta’ala a’lam.

[Ummu ‘Abdirrahman dan Ummu Maryam]

Diringkas dari Ulas Tuntas Tentang Tiga Prinsip Pokok [Terj.] karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syarah Tiga Landasan Utama [Terj.] karya Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan, Penjelasan Hal-Hal yang Wajib Diketahui oleh Setiap Muslim dan Muslimah [Terj.] karya Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: