Dimanakah Allah???

“Allah di mana-mana”, itulah salah satu judul acara televisi yang sempat ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Judul tersebut sesungguhnya sangat membahayakan aqidah kaum muslimin, namun sayang banyak umat Islam di negeri ini yang masih belum menyadarinya. Fenomena yang ada sekarang menunjukkan bahwa sebagian besar umat muslim kurang dalam mengenal Rabb-nya, padahal mengenal Allah merupakan pokok serta dasar pijakan semua ilmu. Sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim, barang siapa mengenal Allah maka ia akan mengenal selain-Nya dan barang siapa tidak mengenal Rabb-nya, terhadap yang lain, dia lebih tidak mengenal lagi.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya,
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa pada Allah, lalu Allah menjadikan lupa pada diri mereka sendiri.” (QS. Al-Hasyr : 19).
Wahai Saudariku, hendaklah kita kenali Allah agar kita juga mampu mengenali diri kita sendiri, tahu mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk diri kita di dunia dan akhirat. Adapun salah satu masalah pokok dalam mengenal Allah adalah mengenai keberadaan Allah, ini merupakan masalah mendasar, namun kebanyakan saudara-saudara kita masih keliru dalam memahami masalah ini. Sebagian umat Islam ada yang memahami bahwa Allah ada di mana-mana dan ada pula yang mengatakan bahwa Allah menyatu dengan hati para hamba-Nya. Ini adalah pendapat yang bathil dan sesat, dan termasuk merendahkan Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Di mana ketika kita berkeyakinan bahwa Allah berada di mana-mana, berarti Allah juga berada di tempat-tempat kotor dan najis, padahal Allah adalah Dzat yang Maha Suci.  Dan ketika kita berkeyakinan bahwa Allah menyatu di dalam hati hamba-hamba-Nya maka akan melahirkan konsekuensi bathil pula bahwa Allah berbilang, sebanyak jumlah hamba-Nya, padahal Allah adalah Dzat Yang Esa.
Lalu di manakah Allah sebenarnya ?
Sebenarnya masalah ini sudah merupakan fitrah bagi semua manusia. Sejak kecil kita sudah diajarkan bahwa Allah berada di atas langit, karena ketika berdo’a kita diperintahkan untuk menengadahkan tangan ke atas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kita meminta kepada Dzat Yang Di atas. Demikian pula ketika sholat hati kita secara fitrah juga akan menghadap kepada Dzat Yang Di atas, meskipun saat itu kita sujud di tanah. Sehingga hal ini sebenarnya sudah merupakan fitrah setiap manusia untuk mengakui keagungan dan ketinggian Allah, hanya saja syubhat (pemikiran rancu) yang dilontarkan para ahlu kalam (filsafat) telah merusak fitrah manusia, sehingga umat Islam rancu tentang keberadaan Allah.
Kewajiban kaum muslimin adalah menetapkan sifat dan nama-nama Rabb-Nya sesuai dengan telah Dia tetapkan sendiri dalam Kitab-Nya, melalui lisan seseorang yang paling mengenal-Nya dibandingkan seluruh makhluk-makhluk-Nya, yaitu Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sifat-sifat yang layak bagi-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, ketika kita menemukan ayat-ayat dan hadits yang menunjukkan keberadaan Allah harus kita pahami secara tekstual, sebagaimana yang datang dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak kita selewengkan maknanya (tahrif / takwil), tidak kita tolak (ta’thil), tidak kita bayangkan bagaimana bentuk dan hakikatnya (takyif), namun bukan berarti bahwa kita harus mendiamkannya begitu saja (tafwidz).
Adapun nash-nash yang menunjukkan keberadaan Allah, antara lain :
1. Dari Al-Qur’an
Allah Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” [Thaha : 5]
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam cnam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” [Al-Hadid : 4]
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” (Al-A’raf : 54)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan.” (Yunus : 3)
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan.” (Ar-Ra’du : 2)
2. Dari Hadits

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada budak Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya,

“Di manakah Allah ?”
Dia menjawab,
Di atas langit“.
Beliau kembali bertanya,
Siapakah saya ?”
Dia menjawab,
Engkau adalah utusan Allah.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Merdekakan ia, karena sesungguhnya ia adalah wanita beriman.” (HR. Muslim)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Sa’ad bin Muadz radhiyallahu’anhu,
Sa’ad telah benar dalam menetapkan hukum, sungguh engkau telah menetapkan hukum bagi mereka dengan hukum Raja yang berada di atas tujuh lapis langit.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dari dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa Allah bersemayam di atas ‘Arsy dan ‘Arsy Allah terletak di atas langit ketujuh. ‘Arsy menurut bahasa Arab adalah ‘singgasana untuk raja’, sedangkan yang dimaksud ‘Arsy di sini adalah ‘singgasana yang mempunyai beberapa kaki yang dipikul oleh malaikat. ’Arsy merupakan atap bagi semua makhluk’.
Jadi, kita harus menetapkan keberadaan Allah sesuai dengan yang Allah kabarkan sendiri, kita harus menetapkan kemahatinggian-Nya, baik dalam dzat (Dzat Allah di atas makhluk), quwwah (kekuatan Allah di atas makhluk), dan qohr (kekuasaan Allah di atas makhluk).
Dengan demikian wahai Saudariku, kenalilah Allah agar kita dapat mengagungkan-Nya dengan sebenar-benarnya pengagungan, karena ketika kita mengagungkan Allah, maka kita akan takut kepada-Nya, dan tidak akan berani bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan pengagungan ini tidak akan dapat dicapai kecuali dengan menuntut ilmu agama.
” Pangkal segala kebaikan di dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah.”
[Ummu Ibrohim]
Maroji’ :
– Kitab Tauhid 1 (terjemah), Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
– Sucikan Iman Anda dari Noda syirik dan penyimpangan, Abu ‘Isa ‘Abdullah bin Salam
– Qowa’idul Mutsla (terjemah), Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: