Berhias Menuju Neraka

Berhias adalah salah satu fitroh manusia, lebih khusus lagi bagi kaum hawa, mereka diciptakan dengan tabi’at menyukai keindahan. Dan Allah, Rabb kita satu-satunya yang wajib kita taati, juga mencintai keindahan. Sebagaimana disebutkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,  “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan”. (HR. Muslim :131)

Namun, sekarang ini banyak kita jumpai kaum hawa, termasuk orang yang mengaku muslimah menampakkan keindahan secara berlebihan, sampai melanggar batas-batas yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kita lihat terjadinya kerusakan di kalangan kaum muslimin, yaitu dengan menebarnya kekejian, rusaknya tatanan rumah tangga, dan semakin banyaknya perzinaan.

Berhias Diri yang Haram

  • Menyerupai orang kafir

Dari Abu Syuaib, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang meniru selain kami, janganlah kamu meniru orang yahudi dan nasrani.” (HR. Tirmidzi)

  • Bergaya untuk mencari keanehan

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berpakaian untuk mencari popularitas di dunia, maka Allah akan mengenakan baginya pakaian yang hina pada hari kiamat, lalu dinyalakan api di dalamnya.” (HR. Abu Dawud)

Syaikh Albani menjelaskan maksud pakaian popularitas adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas ditengah-tengah orang banyak, baik pakaian itu harganya mahal yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan harta dan perhiasannya, maupun pakaian murah yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya (kesederhanaannya terhadap dunia, pen.) dengan tujuan riya’.

  • Menato, Menyambung rambut, merenggangkan gigi dan mencukur bulu alis

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang mencukur alis dan minta untuk dicukur, dan wanita yang merenggangkan atau mengikir giginya untuk kecantikan, merubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasa-i, dll.)

  • Menyemir rambut dengan warna hitam

Dari Jabir bin ‘Abdullah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Rubahlah (rambut dan jenggot) yang putih dengan pewarna dan hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim)

Adapun merubah warna rambut yang hitam dengan warna lain adalah tidak boleh, karena tidak perlu, warna hitam termasuk warna yang paling baik untuk rambut, dan karena mereka (orang yang merubah warna selain hitam, pen.) meniru orang kafir (Syaikh Sholeh al-Fauzan).

  • Membiarkan kuku lebih dari 40 hari

Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya tentang hukum memanjangkan kuku, beliau menjawab, “ Memanjangkan kuku makruh sekalipun bukan haram, karena Nabi menentukan pemotongan kuku empat puluh hari.”

  • Mencukur rambut tanpa ada udzur

‘Ali berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam melarang wanita mencukur rambutnya.” (HR. An-Nasa-i, dilemahkan oleh Al-Albani).

Akan tetapi, wanita boleh mencukur rambutnya bila ada sesuatu yang sangat mendesak, seperti jika kepalanya luka, dan yang semisalnya.

  • Rambut model poni

Lajnah Daimah Ulama Saudi Arabia ditanya hukum potong poni, mereka menjawab, “ Jika bertujuan menyerupai wanita kafir, maka hukumnya haram. Apabila untuk keindahan dan karena sulit merawatnya karena terlalu panjang, maka ulama membolehkan memotong sekedarnya.”

  • Menyanggul rambut diletakkan dibelakan kuduk atai di atas kepala

Ibnu Daqiq bin Al-Ied berkata, “Dianjurkan wanita menyisir rambutnya dan memintalnya. Adapun yang dilakukan oleh sebagian wanita muslimah pada zaman sekarang dengan menyanggulnya di atas kepala atau ditengkuknya hukumnya haram, karena menyerupai wanita Inggris dan wanita kafir.”

  • Memakai parfum

Dari Abi Musa, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Perempuan yang memakai wewangian, lalu dia lewat di hadapan laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah pezina.” (HR. An-Nasa-i, Abu Dawud, dll).

  • Menyerupai laki-laki

Rosulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat di antara wanita yang menyerupai laki-laki dan di antara laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Ath-Thabrani)

Lajnah Daimah Ulama Saudi Arabia ditanya hukum wanita memakai celana seperti laki-laki, mereka menjawab, “Tidak boleh wanita memakai pakaian ketat karena yang demikian ini akan menampakkan bentuk badannya dan umumnya membangkitkan fitnah, dan celana umunya sempit memperlihatkan bentuk badan.”

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan penduduk neraka yang sekarang saya belum melihat keduanya, yaitu wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan memiringkan kepalanya seperti punuk unta, dimana mereka tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak. Kemudian sekelompok laki-laki yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul hamba-hamba Allah.” (HR. Muslim)

Itulah beberapa hal yang dilarang dalam berhias, hendaknya kita berusaha untuk menjuhinya. Wanita muslimah diperintahkan untuk berhias, tetapi bukan untuk diperlihatkan, sehingga akan menarik pandangan nakal dan hati yang sakit, lalu ia akan menjadi penyebab orang lain berbuat dosa. Tapi, berhiaslah untuk suamimu sehingga engkau akan mendapatkan pahala karenanya dan berhijablah untuk menutup pintu-pintu syaithon, la’natullah ‘alaihi.

[Ummu Ibrohim]

Maraji’ :

  1. Majalah Al-Furqon, Edisi 1, tahun ke 7, 1428/2008
  2. Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashirudin Al-Albani

One Response to Berhias Menuju Neraka

  1. shofiyyah says:

    bismillah. ukhti, ana ijin share artikelnya di web kampus….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: