Adab Bertemu Sesama Muslim

Seorang manusia tidak mungkin terlepas dari manusia lain. Saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, tolong-menolong, dan sebagainya. Tentu dalam interaksi di masyarakat terdapat adab-adab yang selayaknya diperhatikan (ketika bertemu dengan sesama muslim -ed). Diantaranya yaitu:

1. Tersenyumlah dan tunjukkan wajah berseri saat bertemu

Apabila bertemu dengan sesama muslim, kerabat, atau tetangga, hendaknya kita menunjukkan wajah ceria dan berseri-seri untuk memberikan kegembiraan, menumbuhkan rasa cinta, mempererat ikatan hati dan memperdalam kasih sayang. Islam sangat memperhatikan perkara ini. Tersenyum dan menunjukkan wajah yang berseri-seri adalah suatu amalan yang tidak boleh dipandang remeh, bahkan digolongkan sebagai sedekah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyum yang engkau berikan kepada saudaramu terhitung sedekah.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’). Beliau juga bersabda, “Janganlah kamu menganggap remeh suatu kebaikan, walaupun hanya sekedar bermanis muka ketika kamu menemui saudaramu.” (HR. Muslim (2626) dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

2. Mengucapkan salam dan wajib membalasnya apabila diberi salam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam: Jika kamu bertemu dengannya kamu mengucapkan salam…” (HR. Muslim (5778) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Ucapan salam ini dapat mengokohkan rasa cinta antara sesama muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebarkanlah salam di antara kalian, niscaya kalian saling mencintai.” (HR. Al-Hakim (IV/167:168) disetujui oleh Adz-Dzahabi dari Abu Musa)

3. Menyebarkan salam merupakan salah satu sebab seseorang masuk surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturrahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ (1085)). Menyebarkan salam adalah sebab keselamatan dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebarkanlah salam, niscaya kalian akan selamat.” (HR. Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ (1087)). Orang yang diberi salam wajib menjawab salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (QS. An-Nisa’: 86)

4. Berjabat tangan.

Hal ini dapat mempererat hubungan dan menumbuhkan cinta dan kasih sayang. Bahkan berjabat tangan dapat menggugurkan dosa-dosa dan kesalahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak seorangpun dari kaum muslimin yang bertemu lantas mereka berjabat tangan kecuali dosa mereka akan diampuni sebelum mereka berpisah.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (1/184) dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah (536))

Berpelukan ketika menyambut seseorang dari safar. Ketika Jabir radhiyallahu ‘anhu pergi ke negeri Syam untuk mendengar hadits dari ‘Abdullah bin Unais radhiyallahu ‘anhu, Jabir berkata, “…lalu dia keluar menyambutku dan memelukku.” Dalam beberapa atsar yang lain juga disebutkan bahwa para sahabat jika bertemu, mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka pulang dari safar maka mereka saling berpelukan. (Riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (1/97) dari Anas bin Malik dan riwayat ini juga dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah (2647)

Lalu, apa saja yang dilarang oleh syari’at (ketika bertemu dengan sesama muslim –ed)?

1. Membungkuk
Mungkin kita sering melihat fenomena “membungkuk”dalam rangka menghormati seseorang. Padahal hal ini dilarang dalam agama Islam karena ini merupakan perilaku orang kafir. Seseorang pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, apabila salah seorang dari kami bertemu dengan saudaranya atau temannya, bolehkah ia membungkukkan badannya? Beliau menjawab, “Tidak boleh.” Ia bertanya lagi, “Apakah harus menciumnya?” Beliau menjawab, “Tidak boleh.” Ia bertanya lagi, “Lalu, apakah ia menjabat tangannya?” Beliau menjawab, “Ya.” (HR. At-Tirmidzi (2728) dan beliau menghasankannya)

2. Mencium
Hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah maupun para sahabatnya, berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas.

3. Memulai ucapan salam kepada orang kafir
Rasulullah melarang umatnya untuk mendahului salam kepada orang kafir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mendahulu orang Yahudi dan Nasrani dalam mengucapkan salam.” (HR. Muslim (2167) dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Demikianlah pembahasan adab bertemu dengan sesama muslim, semoga kita senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan sunnah yang mulia ini. Wallahu Ta’ala a’lam.

[Ummu Umar]

Maraji’: Abu Ihsan al-Atsari, Panduan Amal Sehari Semalam, Pustaka Darul Ilmi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: