Berbakti kepada Kedua Orang Tua

Mungkin sebagian dari kita bingung mengisi waktu liburan kali ini. Ada yang mengisinya dengan menonton televisi, tamasya, belanja, jalan-jalan, dan lain-lain. Ada yang mengisi liburannya dengan setumpuk kegiatan organisasi di kampus, ada pula yang mengisinya dengan menghadiri banyak pengajian. Sebagian mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, sedangkan sebagian yang lain mengisinya dengan kegiatan yang sia-sia. Terlepas dari semua itu, tidakkah kita ingat bahwa terdapat suatu kegiatan yang sangat mulia dan utama? Kegiatan mulia yang bernama “berbakti kepada kedua orang tua”.

Kita pasti sudah tidak asing dengan kata “berbakti kepada kedua orang tua” yang sering kita jumpai di pengajian-pengajian dan buku-buku keislaman. Pada Zuhairoh edisi kali ini, kami ingin mengingatkan kembali tentang tema berbakti kepada kedua orang tua serta kisah para ulama dalam menaati kedua orang tua. Read more of this post

Advertisements

Adab ketika Makan dan Minum

Seorang muslimah makan sambil berjalan, makan dengan tangan kiri, tanpa berdoa, bahkan menyisakan makanan, hal ini seakan sudah menjadi pemandangan umum di kantin-kantin kampus. Betapa miris hati ini melihatnya. Bila amal ibadah yang ringan saja sudah ditinggalkan dan disepelekan, bagaimana dengan amalan yang besar pahalanya?? Atau mungkinkah karena hal itu hanya merupakan suatu ibadah yang kecil kemudian kita meninggalkannya dengan alasan kecilnya pahala yang akan kita peroleh? Tidak begitu Saudariku … Yang sedikit apabila rutin dilakukan, maka akan menjadi banyak! Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.” (QS. Muhammad  33) Read more of this post

Nikmat Berkendaraan

Pada masa silam, manusia bepergian dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat yang lain dengan membawa barang atau perbekalan di atas punggungnya. Sebagian yang lain bepergian dengan menunggang hewan tunggangan sambil membawa berbagai muatan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan ia (hewan ternak) mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Rabbmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. An-Nahl: 7-8) Adapun di masa sekarang, begitu mudahnya seseorang untuk bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain dalam waktu cepat tanpa banyak mengeluarkan tenaga dan pikiran, walaupun terkadang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.

Kendaraan sebagai Bukti Kasih Sayang Allah Read more of this post

Sayangilah Anak-Anak

Anak adalah anugerah yang diberikan Allah Ta’ala kepada orang tua. Kehadirannya selalu didambakan oleh dua insan yang mulai menjalani bahtera rumah tangga. Kehadirannya menjadi penyempurna kebahagiaan yang mulai tercipta. Tangisnya menjadikan gelisah hati ayah dan ibu yang mendengarkannya. Tawanya menjadi pelipur hati kedua orang tuanya yang tengah berduka. Bahkan adanya dirinya menjadi penyejuk pandangan dan menimbulkan kegemasan bagi siapa saja yang memandangnya.

Anak yang belum baligh adalah insan yang masih bersih dari dosa. Setiap tingkah laku yang dikerjakan anak sebenarnya adalah hasil dari “meniru” orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya. Bisa jadi meniru orang tua, tetangga, atau mungkin kawan bermain dalam kesehariannya. Oleh karenanya, diangkatlah pena catatan amal atas diri-diri mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pena diangkat dari tiga orang (malaikat tidak mencatat apa-apa dari tiga orang), yaitu: orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia dewasa, dan orang gila hingga ia berakal normal atau sembuh.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Berangkat dari diri anak yang masih suci pada asalnya, bagaimanakah seharusnya kita memperlakukan mereka? Bagaimana kita harus mendidik mereka agar menjadi generasi shalih yang memberikan kemaslahatan dunia dan agama? Read more of this post

Tetaplah di Rumahmu

Wahai Saudariku, pernahkah engkau merenungkan makna firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa maksud ayat di atas adalah hendaklah kalian (para wanita) tetap berada di rumah kalian dan tidak keluar rumah kecuali untuk memenuhi kebutuhan kalian. Dan di antara kebutuhan yang dibenarkan oleh syariat bagi wanita adalah melaksanakan shalat di masjid dengan tetap memperhatikan syarat-syarat wanita keluar ke masjid. (Tafsir Al-Quranul ‘Adzim) Read more of this post

Adab Bertemu Sesama Muslim

Seorang manusia tidak mungkin terlepas dari manusia lain. Saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, tolong-menolong, dan sebagainya. Tentu dalam interaksi di masyarakat terdapat adab-adab yang selayaknya diperhatikan (ketika bertemu dengan sesama muslim -ed). Diantaranya yaitu:

1. Tersenyumlah dan tunjukkan wajah berseri saat bertemu

Apabila bertemu dengan sesama muslim, kerabat, atau tetangga, hendaknya kita menunjukkan wajah ceria dan berseri-seri untuk memberikan kegembiraan, menumbuhkan rasa cinta, mempererat ikatan hati dan memperdalam kasih sayang. Islam sangat memperhatikan perkara ini. Read more of this post

Adab Bersin Cara Nabi

Islam adalah agama yang sangat sempurna, sampai-sampai dalam urusan bersin pun telah dijelaskan di dalamnya. Rasulullah telah mengajarkan adab tersebut dan diikuti pula oleh para sahabatnya. Namun, sangat disayangkan bahwa sebagian kaum muslimin pada saat ini tidak memperhatikan adab tersebut  yang justru malah sebaliknya. Read more of this post

Meraih Kemuliaan dengan AlQur’an

Alangkah mulia dan agungnya Kitabullah, yang diturunkan kepada Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian diajarkan kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Lihatlah para sahabat. Mereka dengan penuh semangat mengisi hari-harinya dengan membaca Al-Qur’an serta bergegas untuk memahami dan menghafalnya. Mereka berusaha mengikuti seluruh perintah dan menjauhi segala larangan yang tercantum di dalam Kitabullah. Tidaklah mereka menghafalkan satu ayat melainkan mereka berusaha mengamalkannya sebelum menghafal ayat selanjutnya. Read more of this post

Indahnya Saling Memaafkan

Abu Bakr Meminta Maaf

Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa dirinya duduk di samping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu datang dengan memegang ujung pakaian Rasulullah hingga menampakkan lututnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sahabat kalian ini, ia telah terlibat dalam persengketaan.” Abu Bakr mengucapkan salam kemudian berkata, “Telah terjadi sesuatu antara aku dengan anak Khaththab (‘Umar) dan aku membuatnya marah maka aku pun menyesal. Karena itu, aku minta dia memaafkanku, namun ia tidak bersedia memaafkanku. Untuk itu aku datang kepadamu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah mengampunimu, hai Abu Bakr.” Beliau bersabda seperti itu hingga tiga kali. Read more of this post

Bercanda Juga Ada Batasnya

Saudariku muslimah, Berbeda dengan sabar yang tidak ada batasnya, maka bercanda di sini ada batasnya. Tidak bisa dipungkiri, saat-saat tertentu kita memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja. Diharapkan setelah itu, badan kembali segar, mental stabil, semangat bekerja tumbuh kembali sehingga produktifitas semakin meningkat. Hal ini tidak dilarang selama tidak berlebihan. Karena Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam-pun juga bercanda. Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam sering mengajak istri dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau, untuk mengambil hati, dan membuat mereka gembira. Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap ada batasnya. Read more of this post

%d bloggers like this: