Mencerdaskan Diri dengan Ilmu Syar’i

Tidak diragukan lagi bahwa memahami ilmu syar’i (ilmu agama) adalah hal yang sangat penting, baik bagi seorang muslim maupun muslimah. Kita membutuhkan ilmu syar’i sebagai bekal hidup, bahkan dalam setiap tarikan nafas yang kita hirup dan setiap detik yang kita lalui, semuanya membutuhkan ilmu. Hal ini karena sesungguhnya setiap perkataan, perbuatan, bahkan apa yang ada di hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al Israa`: 36)

Oleh karena itu, kita harus mempelajari ilmu syar’i karena ilmu syar’i merupakan sumber kebahagiaan, baik di kehidupan dunia maupun akhirat. Kita juga membutuhkan ilmu syar’i sebagai pedoman hidup. Terlebih lagi bagi seorang wanita, karena wanita akan menjadi ibu yang kelak akan mendidik anak-anaknya. Seorang ibu adalah pendidik yang utama bagi anak-anaknya. Lantas bagaimanakah jadinya jika pendidiknya adalah seorang yang tidak berilmu? Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mempunyai sesuatu akan dapat memberikan sesuatu kepada orang lain? Read more of this post

Tetaplah di Rumahmu

Wahai Saudariku, pernahkah engkau merenungkan makna firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa maksud ayat di atas adalah hendaklah kalian (para wanita) tetap berada di rumah kalian dan tidak keluar rumah kecuali untuk memenuhi kebutuhan kalian. Dan di antara kebutuhan yang dibenarkan oleh syariat bagi wanita adalah melaksanakan shalat di masjid dengan tetap memperhatikan syarat-syarat wanita keluar ke masjid. (Tafsir Al-Quranul ‘Adzim) Read more of this post

Mandi Wajib dan Pernak Perniknya

Apa itu mandi wajib?


Ketika seorang muslimah telah usai masa haidnya, maka wajib baginya untuk mandi dengan membersihkan seluruh badannya, sebagaimana sabda Nabi kepada Fatimah binti Abu Hubaisy,

“Bila kamu kedatangan haid maka tinggalkan shalat, dan bila telah suci mandilah dan kerjakan shalat.” (HR. Al-Bukhari).

Kewajiban minimal dalam mandi yaitu mengguyurkan air seluruh anggota badan sampai bagian kulit yang ada di bawah rambut. Read more of this post

Haidnya Seorang Wanita

Saudariku muslimah…

Maha Besar Allah, Dia-lah Sebaik-baik Pencipta, selalu meletakkan hikmah pada makhluk yang diciptakan-Nya. Salah satu hikmah besar dari ciptaan-Nya adalah Allah telah menjadikan suatu proses pengeluaran darah pada tubuh anak-anak perempuan Adam, yang mana pada wanita hamil, darah tersebut akan menjadi zat makanan yang tidak perlu dikunyah dan dicerna, yang disalurkan melalui tali pusar untuk bayi di dalam kandungan. Kemudian setelah melahirkan, dengan izin Allah, darah tersebut berubah menjadi air susu ibu, yang sangat bermanfaat bagi sang anak. Maka ketika seorang wanita tidak dalam kondisi hamil atau menyusui, darah tersebut akan keluar pada waktu-waktu tertentu yang merupakan siklus bulanan, atau lebih dikenal dengan istilah “haid”. Saudariku, marilah kita mengilmui apa yang telah Allah tetapkan untuk setiap wanita ciptaan-Nya ini. Read more of this post

Menjadi Bidadari Dunia

Dalam buku Tamasya ke Surga (terjemahan dari kitab Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afrah –ed), Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyejukkan pandangan mata, menyenangkan dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Siapakah orang yang beruntung mendapatkannya? Read more of this post

Berhias Menuju Neraka

Berhias adalah salah satu fitroh manusia, lebih khusus lagi bagi kaum hawa, mereka diciptakan dengan tabi’at menyukai keindahan. Dan Allah, Rabb kita satu-satunya yang wajib kita taati, juga mencintai keindahan. Sebagaimana disebutkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,  “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan”. (HR. Muslim :131) Read more of this post

%d bloggers like this: